Filsafat Dan Ilmu




1.      Apakah Filsafat Dan Ilmu Itu? Dan Apa Perbedaannya?

Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat dapat juga dikatakan sebagai pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang  mengenai kehidupan yang bersikap sadar dan dewasa dalam segala sesuatu secara mendalam dan keinginan untuk melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan dalam kehidupan. 
ilmu atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia
Maka dapat disimpulkan bahwa filsafat dengan ilmu memiliki perbedaan. Dimana Filsafat menggarap bidang yang luas dan umum, filsafat bertujuan mencari pemahaman dan kebijaksanaan atau kearifan hidup. sedangkan ilmu pengetahuan membahas bidang-bidang yang khusus dan terbatas dan  bertujuan untuk mengadakan deskripsi, prediksi, eksperimentasi, dan mengadakan kontrol. Dimana ilmu hanya berfokus pada bidang – bidangnya masing masing.
Batas kajian filsafat adalah logika atau daya pikir manusia sedangkan batas kajian ilmu pengetahuan adalah fakta. Ilmu pengetahuan menjawab pertanyaan why dan how sedangkan filsafat menjawab pertanyaan why, why, dan why dan seterusnya sampai jawaban paling akhir yang dapat diberikan oleh pikiran atau budi manusia.

2.      Mengapa walaupun ilmu melepaskan diri dari filsafat, namun filsafat tidak dapat mati?
Karena filsafat memiliki batas kajian yang bersifat umum dan tidak terbatas. Filsafat juga dapat memecahkan masalah yang tidak terpecahkan oleh ilmu-ilmu khusus. sehingga ketika ilmu melpaskan diri dari filsafat maka filsafat tidak dapat mati.


3.      Sebutkan 3 Filsuf Pra – Socrates (Yunani Kuno) dan teorinya masing – Masing !

a.       Thales (625-545 SM)
Menurut Thales asas pertama yang menjadi asal mula segala sesuatu adalah air, penemuannya didasarkan atas kenyataan, bahwa air dapat ditemukan dalam bentuk yang bermacam-macam. Air tampak sebagai benda halus (uap), benda cair (air), dan tampak sebagai benda keras (es). Air terdapat pada makanan dan juga terdapat pada batu cadas yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Di pantai Miletos air tampak sebagai lautan yang luas, sehingga mudah orang berfikir, bahwa bumi tentu keluar dari air itu dan terapung-apung diatasnya.



b.      Anaximandros/Anaximander (640-547 SM)
Anaximandros filusuf kedua setelah Thales yang juga merupakan murid Thales. Menurut Anaximandros bumi berbentuk silinder, yang lebarnya tiga kali besar dari tingginya. Ia menolak anggapan Thales bahwa bumi terletak diatas air, maka harus diterangkan keberadaan air itu sendiri. Anaximandros menjelaskan bahwa bumi tidak bergantung pada sesuatu apapun, bumi tidak  jatuh karena kedudukannya persis dalam pusat jagat raya, dengan jarak yang sama terhadap yang lain, jadi tidak ada alasan yang menyebabkan dia jatuh.
Menurut Anaximandros semua mahluk yang hidup termasuk juga manusia berasal dari air, bentuk hidup pertama adalah ikan, ketika tanah semakin menjadi kering dan air mulai surut karena disinari panas matahari, maka mahluk hidup juga mulai berkembang di atas bumi. Manusia pertama hidup di bumi sebagai anak bayi, ia tentu tidak bisa bertahan lama, maka ia beranggapan manusia pertama tumbuh dalam tubuh ikan, pendapat Anaximandros ini berdasarkan penelitian bahwa seekor hiu melindungi anak-anaknya dalam badannya.

c.       Anaximenes (585-494 SM)

Menurut Anaximenes subtansi awal adalah udara, jiwa adalah udara, api adalah udara yang encer, jika dipadatkan maka udara menjadi air, jika dipadatkan lagi menjadi tanah dan akhirnya menjadi batu. Udara melahirkan semua benda yang ada pada alam ini karena sesuatu proses “pemadatan dan pencairan”.Dalam satu-satunya kutipan yang disimpan dari karyanya ia mengatakan bahwa seperti jiwa menjamin kesatuan tubuh kita, demikian pun udara melingkupi segala-galanya.

1 komentar:

Copyright © 2013 Gagal Coding